Menu
kabar terbaru hari ini

Zulhas Dicurhati Pedagang: Harga Grosir Rp7 Ribu, TikTok Shop Rp4 Ribu

  • Share
Zulhas Dicurhati Pedagang: Harga Grosir Rp7 Ribu, TikTok Shop Rp4 Ribu

Menteri Perdagangan  (Zulhas) memantau Pasar , Jakarta Pusat, Kamis (28/9). Pasar tekstil yang digunakan kerap disebut terbesar pada Asia Tenggara ini saat ini lesu imbas dari social commerce seperti TikTok Shop. 

Di pasar ini, Zulhas mengaku di-curhati oleh salah individu tukang jualan suvenir. Dari penjual ini, Zulhas tahu bahwa nilai yang tersebut hal tersebut dijual di tempat dalam TikTok Shop dapat jadi lebih lanjut lanjut terjangkau hingga hampir separuhnya.

“Jadi ini di area dalam grosir beli harganya Rp7 ribu, TikTok bisa saja jadi jual Rp4ribu, separo,” kata Zulhas.

Ia mengatakan hal ini yang digunakan dimaksud disebut predatory pricing. ‘Harga predator’ ini adalah pengaturan tarif secara ekstrem ini merupakan strategi untuk mengurangi nilai tukar jual besar-besaran untuk memenangkan persaingan.

Dengan begitu, social commerce bisa mendapatkan banyak pelanggan.

“Enam bulan pelanggan (tanah abang) habis. Habis itu dia naikkan ke nilai normal,” kata Zulhas di Tanah Abang, Kamis (28/9).

Terkait persaingan yang dimaksud mana tidaklah ada sehat ini, Kementerian Perdagangan () megeluarkan beberapa orang larangan seperti melarang e-commerce jual barang impor dengan nilai di area area bawah US$100 atau sekitar Rp1,5 juta. Selain itu barang dari luar melalui e-commerce juga harus punya sertifikasi halal lalu juga kelayakan untuk dijual.

Zulhas  tak melarang barang dari luar negeri dapat masuk ke Indonesia lewat e-commerce. Namun ada batas minimum nilai tukar jual barang yang tersebut dimaksud dijual, juga sertifikasi Halal atau kelayakan barang yang dimaksud hal itu dijual.

“Makannya diatur US$100 kemudian kita atur-atur lagi yang mana digunakan impor itu harus sama-sama yang digunakan di dalam tempat di dalam tempat ini kalo makanan ada POM-nya, halal atau bukan kalau beauty harus ada jaminan aman,” kata Zulhas. 

Ia menjelaskan barang-barang impor yang mana yang masuk lewat TikTok Shop itu tak miliki sertifikat layak. Bahkan jika yang digunakan digunakan dijual itu makanan, tak mempunyai sertifikat halal.

“Tidak ada sertifikat layak, kalau makanan halal tiada ada sertifikat halal atau tidak, berbahaya (barangnya) atau tidak, kan mestinya ada,” tuturnya.

Ia menilai praktik perdagangan itu tak adil dikarenakan bukan ada melalui aturan yang digunakan digunakan sesuai. Terlebih, kata dia, barang-barang seperti kain batik hingga makanan seperti pisang goreng juga masuk ke Indonesia lewat TikTok Shop.

Zulhas mengaku tak ingin penjual dalam dalam negeri seperti UMKM tergerus oleh barang-barang diskon yang tersebut dimaksud berasal dari luar negeri.

Ia menjelaskan UMKM di tempat dalam dalam negeri mempunyai rantai pasokan yang digunakan panjang dalam mengedarkan produk. Artinya, banyak sumber daya manusia yang tersebut digunakan terlibat di tempat dalam dalamnya.

“Jadi, satu toko itu dapat berapa rantai orang kerja juga penghidupan,” tuturnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *