Menu
kabar terbaru hari ini

Tips Agar Laris Manis Berjualan di E-Commerce

  • Share
Tips Agar Laris Manis Berjualan di tempat E-Commerce

 tengah menjadi tren jual-beli saat ini. Keberadaan sistem digital itu memperkuat industri tetap beroperasi meski tak miliki lapak dalam pusat perbelanjaan. 

Barang-barang yang mana mana dijual di dalam area e-commerce pun beragam, mulai dari elektronik, kesehatan, hingga kecantikan. Harganya juga tak jarang tambahan hemat melebihi pasar offline.

Maka tak heran, banyak peniaga pasar offline beralih ke e-commerce. Lantas, apa belaka yang digunakan harus diimplementasikan agar jualan mampu laris manis dalam tempat e-commerce.

1. Menampilkan profil penjual dengan jelas

Perencana Keuangan Advisor Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengatakan penjual harus mencantumkan profil dengan jelas baik di dalam dalam media sosial maupun e-commerce. Dengan begitu, konsumen bukan ada merasa kebingungan.

“Kita buat jelas fotonya, atau lambang tokonya. Kemudian berbisnisnya apa misalnya kita mengirimkan item herbal, ya kita kasih tau pada tempat situ. Jadi kita jelaskan sebenarnya kita jualan apa” katanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/9).

2. Buat iklan menarik

Andi mengatakan penjual juga perlu menghasilkan iklan yang dimaksud kreatif untuk menggaet konsumen. Misalnya dengan mengunggah secara reguler item yang mana yang disebut ditawarkan, termasuk juga dengan unggahan soft selling yang digunakan mana mengedukasi calon customer.

Selain itu, Andi juga menyarankan agar penjual merespons konsumen dengan baik.

“Menjawab secara baik juga fast respons pertanyaan – pertanyaan dari customer. Tidak perlu jutek bila customer banyak bertanya namun tidaklah ada jadi beli,” katanya.

3. Perhatikan foto serta deskripsi produk

Perencana Keuangan lalu Founder Rekadana Rina Dewi Lina mengatakan akibat produk-produk dijual secara online, maka foto item yang dimaksud mana ditayangkan harus optimal. Dengan begitu, konsumen mampu jadi tertarik untuk membeli.

Selain itu, deskripsi komoditas juga harus dibuat sedetail mungkin.

“Misal jualannya baju, ukuran harus disampaikan jelas. Kalau jual makanan, kayak ingredients perlu juga disampaikan,” katanya.

4. Menerapkan biaya coret

Rina mengatakan penjual juga bisa saja jadi menerapkan strategi marketing tarif coret pada mana nilai tukar asli komoditas dicoret lalu diganti dengan nilai tukar promo. Dengan begitu, konsumen tertarik untuk membeli.

“Harga coret seperti nilai tukar diskon. Dicoret harganya, kemudian yang mana ditawarkan adalah nilai tukar murah,” katanya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *