Menu
kabar terbaru hari ini

Pemerintah Akan Blokir Media Sosial Bandel Usai Dua Kali Peringatan

  • Share
Pemerintah Akan Blokir Media Sosial Bandel Usai Dua Kali Peringatan

Menteri Perdagangan  (Zulhas) mengatakan media sosial yang tersebut dimaksud melanggar aturan pemisahan e-commerce akan diblokir, usai diberi dua kali peringatan. 

Pemblokiran itu sesuai dengan berlakunya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, serta Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang dimaksud mana diundangkan pada 26 September 2023.

“Tentu kalau melanggar ada peringatan satu, peringatan dua, serta pada saatnya nanti Kominfo tentu bisa jadi semata memblokir,” kata dia dalam Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/9).

Dia mengaku sudah memohonkan Sekertaris Jenderal Kemendag untuk menyurati semua bidang perniagaan yang tersebut dimaksud beroperasi pada dalam bidang Sosial Commerce, untuk taat pada regulasi yang mana baru diterbitkan ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa praktik berjualan di dalam area jagat maya harus dipisah antara sosial media dengan e-commerce. Sehingga tiada boleh lagi ada yang mana itu namanya social commerce. 

Kendati demikian apabila pihaknya menemukan ada praktik social commerce, maka Kemendag akan menyurati hingga dua kali, kemudian akan diteruskan kepada Kemenkominfo untuk diblokir.

Sebelumnya, Zulhas resmi melarang social commerce atau online shop berbasis medsos seperti TikTok Shop untuk berjualan dan juga juga melayani transaksi jual-beli.

“Berlaku mulai kemarin, tapi kita memberitahukan dulu beberapa hari ini, kita surati, ya seminggu ini lah,” katanya saat konferensi pers dalam dalam Kementerian Perdagangan, Rabu (27/9).

Keberadaan social commerce dikeluhkan oleh beberapa orang pedagang, seperti pada antaranya tukang jualan tekstil dalam dalam Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pedagang mengeluh sepi oleh sebab itu biaya yang tersebut digunakan ditawarkan social commerce seperti TikTok Shop sangat lebih banyak besar murah.

Direktur Jenderal Informasi serta juga Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi lalu Informatika Usman Kansong mengatakan pihaknya masih memantau situasi sepekan ke depan, untuk menangguhkan toko daring TikTok Shop.

“Kemendag kasih waktu sepekan bagi TikTok untuk tutup serta pisahkan e-commerce dari media sosialnya. Kominfo.lihat dulu perkembangan sepekan mendatang,” ujarnya, dalam pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/9) malam.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *