Menu
kabar terbaru hari ini

Menhub Cari Solusi Rencana Merger Garuda, Citilink, dan Pelita Air

  • Share
Menhub Cari Solusi Rencana Merger Garuda, Citilink, lalu Pelita Air

Menteri Perhubungan (Menhub)  bakal membantu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  mencari solusi rencana merger maskapai , Citilink, juga Pelita Air.

“Jadi gini, kalau Kementerian Perhubungan prinsipnya kalau dapat hanya dipermudah mengapa dipersulit? Kita carikan jalan keluar, akibat sebenarnya kalau orang berusaha, sejauh ada win-win mestinya bisa jadi semata dilaksanakan,” kata Budi usai menghadiri ulang tahun ke-76 Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dalam Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Kamis (28/9).

Budi mengatakan tak ada kesulitan dengan rencana merger maskapai plat merah tersebut. Ia mengaku akan datang meminta-minta pendapat hukum terkait rencana ini.

“Jadi enggak ada hambatan (merger). Ada atau bukan ada, kita akan cari jalan keluarnya, bahkan kita akan minta pendapat hukum bagaimana ini mampu dilakukan. Bukan membatasi diri dikarenakan regulasi itu menjadi bukan mungkin, tetapi kita cari solusinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan maskapai Garuda akan tetap ada usai merger. Sedangkan Citilink serta Pelita Air calon digabung menjadi satu.

Erick menargetkan proses merger rampung tahun ini atau awal 2024. Namun, ia mengatakan merger yang disebut tidaklah ada akan langsung menurunkan biaya tiket pesawat.

“Enggak dapat cepat. Kalau jumlah total total pesawatnya nambah, kompetisinya terbuka, ya tiketnya menurun. Hari ini kan kita belaka sekali sanggup kontrol 35 persen (maskapai penerbangan), 65 persen swasta,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI dalam Jakarta Pusat, Kamis (31/8).

Lalu, Wakil Menteri BUMN Kartika Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Pelita Air yang dimaksud merupakan anak bidang usaha PT Pertamina akan menjadi lisensi kedua Citilink serta menjadi bagian grup Garuda Indonesia.

Ada dua alasan rencana merger maskapai milik BUMN ini.

Pertama, menjadikan industri penerbangan negara tambahan lanjut efisien. Efisiensi ini sendiri merujuk pada kebijakan yang itu pernah dikerjakan Erick Thohir saat memerger empat Pelindo menjadi satu pada 2021 lalu.

Kedua, memperkuat industri penerbangan Indonesia. Erick mengatakan industri penerbangan di area area dalam negeri sampai saat ini masih perlu diperkuat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *