Menu
kabar terbaru hari ini

Kritik Bahlil dan Luhut ke TikTok Shop usai Larangan Jualan-Transaksi

  • Share
Kritik Bahlil serta Luhut ke TikTok Shop usai Larangan Jualan-Transaksi

Social commerce termasuk  resmi dilarang pemerintah untuk berjualan serta melayani transaksi.

Larangan itu tertuang dalam dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, juga Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang mana hal itu diundangkan pada Selasa (26/9).

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan perdagangan digital harus diatur. Ia mengatakan media sosial yang dimaksud ingin menjadi social commerce harus miliki izin bidang bidang usaha sendiri.

“Kalau dia jadi social commerce, harus izin usahanya sendiri. Social commerce seperti media TV. Dia boleh iklan, iklan boleh, tapi tidaklah boleh jadi toko,” tegasnya.

Usai pelarangan tersebut, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia kemudian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman lalu juga Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengakses pengumuman mengenai TikTok Shop.

Bahlil mengatakan saat ini TikTok terdaftar di tempat tempat Indonesia cuma sebagai media sosial. Ia menegaskan perusahaan jika China itu tak punya izin menjalankan toko online.

Ia pun memohonkan TikTok tak mengadu domba Indonesia usai larangan resmi terbit.

“Dia (TikTok) gak boleh mengadu domba bangsa ini. Karena saya lihat ada WA-WA lain, seolah-olah bahwa kalau TikTok (Shop) gak jalan kemudian UMKM tidaklah diakomodir,” kata Bahlil.

“Padahal yang mana kita lakukan ini adalah untuk memproteksi UMKM kita. Masa jilbab Rp75 ribu, TikTok jual Rp5 ribu. Yang bener semata nanti UMKM kita gak mampu berkembang,” imbuhnya.

Sementara itu, Luhut meyakini pelarangan TikTok Shop pada area Indonesia tak akan mengganggu penyetoran modal perusahaan China tersebut. Luhut juga menegaskan Indonesia tiada pernah melarang industri TikTok.

Ia menekankan langkah pemerintah saat ini cuma memisahkan media sosial dengan perdagangan yang mana itu diimplementasikan pada area TikTok Shop.

“TikTok sebenarnya kita ingin pisahkan belaka media sosial dengan perdagangan. Kita tidaklah pernah melarang TikTok loh. Jadi yang tersebut kita larang adalah jangan dicampuradukkan perdagangan dengan media sosial,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan CEO TikTok Shou Zi Chew usai social commerce seperti TikTok Shop resmi dilarang. Menurutnya, perusahaan aplikasi media sosial dengan syarat China yang mana sudah menerima larangan tersebut.

“Kemarin (Rabu (29/9), TikTok ketemu CEO-nya (Shou Zi Chew) serupa saya, jadi merek juga menerima (pelarangan TikTok Shop),” kata Luhut.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *