Menu
kabar terbaru hari ini

Kemenperin-Kemendag akan Larang Impor 100 Kelompok Barang

  • Share
Kemenperin-Kemendag akan Larang Impor 100 Kelompok Barang

Kementerian Perindustrian () serta Kementerian Perdagangan () akan melarang barang dari 100 harmonized system (HS) code yang tersebut hal itu selama ini diduga ‘diakali’.

Pejabat Fungsional Direktorat Industri Tekstil, Kulit, kemudian Alas Kaki Kemenperin Andi Susanto mengatakan pelarangan akan difinalkan dalam bentuk revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Persetujuan Tipe serta Permendag Nomor 25 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Permendag Nomor 20 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan juga juga Pengaturan Impor.

“Terkait pembatasan atau pengendalian impor, beberapa kali rapat dengan Kemendag sudah setuju bahwa revisi Permendag Nomor 20 kemudian 25 Tahun 2022 ada sekitar 100 HS (code) lagi yang mana selama ini kami sinyalir jadi pelarian HS untuk impor,” katanya dalam Konferensi Pers Indeks Kepercayaan Industri (IKI) September 2023 di tempat area Kemenperin, Jakarta Selatan, Jumat (29/9).

“Supaya tak ada jalan tikus, itu dapat kita tutup seluruhnya, dilartaskan (larangan kemudian juga pembatasan),” tegas Andi.

‘Permainan’ HS code juga sempat dibongkar Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Darmadi Durianto. Ia mengungkap banyak praktik barang impor ilegal yang digunakan masuk ke tanah air, termasuk tekstil dengan mengakali kode HS.

Menurut Darmadi, data barang impor yang yang disebut masuk ke Indonesia tiada tercatat sesuai faktanya. Ia mengaku sudah melaporkan hal yang mana disebut kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

“Saya kemarin sudah cerita ke menteri perdagangan, dari China datanya misal 10, tapi data impor di dalam area Indonesia belaka 6. Ada 4 ini ilegal, bukan thrifting. Dengan melakukan pengubahan HS code,” bebernya dalam rapat kerja dengan KPPU di tempat dalam DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Terlepas dari itu, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif membantu langkah Kemendag melarang TikTok Shop Cs berjualan juga bertransaksi. Menurutnya, media sosial memang seharusnya cukup belaka sekali untuk berjualan.

Apalagi, Febri mengklaim TikTok Shop Cs ‘mencekoki’ netizen Indonesia dengan promo produk-produk impor. Ini menjadi salah satu penyebab lesunya industri tekstil tanah air.

“Banyak pada area media sosial kita dapat lihat algoritmanya itu banyak menayangkan produk-produk impor kepada netizen-netizen Indonesia. Kan kendalinya gak dalam area kita, itu juga bukan sepenuhnya kendali pasar, tapi kendali operator aplikasi, dalam dalam algoritmanya. Itu yang mana digunakan kami cermati. Bisa dibayangkan kalau semua netizen sering terpapar produk-produk impor, misal skincare, tekstil juga item tekstil (TPT), dll,” jelas Febri.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *