Menu
kabar terbaru hari ini

Deret Pelanggaran Debt Collector AdaKami Hingga Berujung PHK

  • Share
Deret Pelanggaran Debt Collector AdaKami Hingga Berujung PHK

Perusahaan layanan pinjaman online () PT Pembiayaan Digital Indonesia () mengakui beberapa agen penagihannya (debt collector/ DC) terindikasi melakukan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

Direktur Utama AdaKami Bernardino Moningka Vega Jr mengatakan DC yang digunakan melanggar SOP tengah diinvestigasi.

Hingga Jumat (29/9), AdaKami menerima 36 pengaduan nasabah terkait proses penagihan yang tersebut yang berhubungan dengan pemesanan fiktif terhadap beberapa jasa layanan masyarakat.

Puluhan pengaduan nasabah hal yang disebut diperoleh melalui data layanan konsumen aplikasi layanan pinjol tersebut, terkait proses penagihan yang digunakan digunakan berhubungan dengan pemesanan ojek online, pemadam kebakaran, ambulan serta jasa sedot WC.

“Sebagai bagian dari investigasi internal, kami menghubungi nasabah atau pelapor untuk melampirkan bukti lebih banyak tinggi lanjut terkait proses penagihan yang mana digunakan merekan alami,” ujar Bernardino dalam keterangan resmi.

Karena melanggar SOP, AdaKami melakukan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian DC tersebut. Manajemen juga akan meyakinkan agen yang yang terindikasi melakukan pelanggaran itu masuk ke dalam daftar hitam atau blacklist profesi penagihan AFPI.

Jika terbukti terdapat unsur pelanggaran hukum, oknum hal yang akan segera ditindak sesuai dengan hukum yang dimaksud berlaku.

Sementara itu, sebagai bentuk mitigasi pelanggaran, perusahaan telah terjadi terjadi menekankan secara tegas kepada seluruh pihak terkait untuk tunduk juga patuh pada SOP yang digunakan berlaku, kemudian juga seluruh bentuk pelanggaran akan ditindak secara tegas.

“Apabila pengguna AdaKami masih menerima perlakuan penagihan yang tersebut mana pada luar batas etika kesopanan dapat mengumpulkan bukti percakapan dalam bentuk rekaman atau gambar untuk menciptakan pengaduan resmi melalui layanan konsumen AdaKami di tempat area 15000-77 atau melalui [email protected],” ujarnya.

Dugaan peminjam AdaKami bunuh diri merebak dalam area media sosial beberapa waktu lalu, baik Instagram maupun X. Seseorang yang mana yang disebut mengaku sebagai pihak keluarga mengklaim terduga korban bunuh diri pada Mei 2023 lalu.

Bunuh diri terjadi usai ia diteror serta dicaci dari pihak AdaKami. Peminjam itu disebutkan merupakan pribadi laki-laki yang dimaksud yang miliki anak perempuan berusia 3 tahun.

Terduga korban diklaim meminjam uang kepada pinjol tersebut sebesar Rp9,4 juta. Namun, ia harus mengembalikan sekitar Rp18 juta-Rp19 juta, imbas tingginya biaya administrasi.

OJK sudah memanggil jajaran petinggi AdaKami pada pekan lalu lalu juga memohonkan perusahaan untuk menginvestigasi secara mendalam untuk menjamin dugaan peminjamnya bunuh diri.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *