Menu
kabar terbaru hari ini

CEO TikTok Temui Luhut, Diklaim Terima Larangan TikTok Shop

  • Share
CEO TikTok Temui Luhut, Diklaim Terima Larangan TikTok Shop

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman juga Investasi  mengungkapkan pihaknya sudah bertemu dengan CEO  Shou Zi Chew usai social commerce seperti resmi dilarang.

Ia mengklaim perusahaan aplikasi media sosial jika China hal hal tersebut sudah menerima larangan tersebut.

“Kemarin (Rabu (29/9), TikTok ketemu CEO-nya (Shou Zi Chew) identik saya, jadi mereka itu juga menerima (pelarangan TikTok Shop),” kata Luhut usai acara ulang tahunnya ke-76 pada tempat Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Kamis (28/9).

Luhut juga meyakini pelarangan TikTok Shop pada tempat Indonesia bukan akan mengganggu investasi modal perusahaan China tersebut.

“Saya kira enggak ada permasalahan (investasi TikTok usai pelarangan TikTok Shop).

Luhut juga menegaskan Indonesia tak pernah melarang perusahaan TikTok. Ia menekankan langkah pemerintah saat ini adalah memisahkan media sosial dengan perdagangan yang tersebut mana dikerjakan dalam area TikTok Shop.

“TikTok sebenarnya kita ingin pisahkan sekadar media sosial dengan perdagangan. Kita tidak ada ada pernah melarang TikTok loh. Jadi yang digunakan kita larang adalah jangan dicampuradukan perdagangan dengan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meminta-minta TikTok tak mengadu domba Indonesia usai larangan resmi terbit.

“Dia (TikTok) gak boleh mengadu domba bangsa ini. Karena saya lihat ada WA-WA lain, seolah-olah bahwa kalau TikTok (Shop) gak jalan kemudian UMKM tiada diakomodir,” kata Bahlil.

“Padahal yang yang disebut kita lakukan ini adalah untuk memproteksi UMKM kita. Masa jilbab Rp75 ribu, TikTok jual Rp5 ribu. Yang bener sekadar nanti UMKM kita gak bisa jadi jadi berkembang,” imbuhnya.

Bahlil menyebut saat ini TikTok terdaftar dalam Indonesia sebagai media sosial. Ia menegaskan perusahaan jika China itu tak punya izin menjalankan toko online.

TikTok menyayangkan keputusan pemerintah. Mereka mengklaim pelarangan ini akan berdampak pada penghidupan 6 jt penjual kemudian hampir 7 jt kreator affiliate pengguna TikTok Shop.

“Kami sangat menyayangkan terkait pengumuman hari ini, terutama bagaimana keputusan hal yang akan berdampak pada penghidupan 6 jt penjual lalu hampir 7 jt kreator affiliate yang digunakan mana menggunakan TikTok Shop,” kata TikTok Indonesia melalui pernyataannya, Rabu (27/9) lalu.

Larangan social commerce tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, lalu Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang diundangkan pada Selasa (26/9).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *