Menu
kabar terbaru hari ini

Bos Evergrande Dicurigai Lakukan Kejahatan

  • Share
Bos Evergrande Dicurigai Lakukan Kejahatan

Raksasa real estat asal , Group, mengatakan pihak berwenang mencurigai pimpinannya, , melakukan kejahatan.

Dalam pengajuan ke bursa saham Hong Kong, perusahaan mengatakan sudah diberitahu oleh “otoritas terkait” bahwa Hui Ka Yan sudah terjadi dikenakan “tindakan wajib sesuai dengan hukum oleh sebab itu kecurigaan kejahatan”.

Namun, tidaklah ada rincian tambahan lanjut terkait hal tersebut.

Melansir CNN Business, tindakan wajib dapat mencakup penahanan lalu juga penangkapan resmi.

Berdasarkan orang-orang yang digunakan mana mengetahui hambatan tersebut, Hui Ka Yan yang mana digunakan pernah menjadi salah satu orang terkaya di area tempat Tiongkok diawasi pada lokasi yang digunakan digunakan ditentukan setelah dibawa pergi oleh polisi pada awal bulan ini.

Bloomberg melaporkan miliarder itu sudah terjadi ditempatkan dalam tempat bawah pengawasan perumahan, yang berarti dia tak dapat meninggalkan lokasi tersebut, atau bertemu serta berkomunikasi dengan orang lain tanpa persetujuan.

Sementara itu, perdagangan saham Evergrande dan juga juga dua anak perusahaannya dihentikan dalam Hong Kong pada Kamis ini sehingga memicu kegelisahan mengenai kemampuannya untuk merestrukturisasi utangnya yang tersebut yang disebut sangat besar serta mencegah likuidasi industri tersebut.

Evergrande sendiri telah terjadi lama memperingatkan bahwa rencana restrukturisasi utang luar negerinya mungkin bermasalah oleh sebab itu penyelidikan peraturan terhadap anak perusahaan utamanya di area area daratan Tiongkok.

Pengumuman itu muncul beberapa minggu setelah berita Tiongkok mengatakan polisi telah lama dijalankan meluncurkan penyelidikan kriminal pertama merekan terhadap Evergrande sejak perusahaan hal itu gagal membayar utangnya hampir dua tahun lalu.

Polisi Tiongkok dalam Shenzhen mengatakan merekan itu sudah pernah dikerjakan menahan beberapa staf dalam dalam unit pengelolaan kekayaan Evergrande setelah unit hal itu gagal membayar kembali investor.

Unit itu beroperasi dalam tempat sektor “perbankan bayangan” Tiongkok yang digunakan dimaksud mengumpulkan dana dengan janji keuntungan tinggi serta menyalurkannya ke proyek-proyek real estat.

Evergrande Group mempunyai utang sebesar US$328 miliar pada akhir Juni. Sementara, sahamnya anjlok sepanjang minggu lantaran upaya restrukturisasi utangnya terhenti.

Sahamnya sekarang ini sudah pernah anjlok lebih banyak lanjut dari 80 persen sejak kembali diperdagangkan pada Agustus setelah penangguhan selama 17 bulan.

Namun, pemodal sedikit lega ketika Evergrande melaporkan penurunan kerugian yang tersebut mana signifikan pada paruh pertama tahun ini. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan akibat “short boom” di area area pasar properti Tiongkok awal tahun ini.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *