Menu
kabar terbaru hari ini

Bos Bea Cukai Beber Titah Satgas TPPU soal Kasus Impor Emas Rp189 T

  • Share
Bos Bea Cukai Beber Titah Satgas TPPU persoalan Kasus Impor Emas Rp189 T

Direktur Jenderal Bea lalu Cukai Kementerian Keuangan Askolani mengamini ada perintah khusus Satgas Tindak Pidana Pencucian Uang () untuk melaporkan hasil pendalaman terkait kasusĀ  Rp189 triliun.

Askolani menegaskan review yang dimaksud mana diimplementasikan pihaknya sudah diimplementasikan secara mendalam serta komprehensif. Selain itu, ia melakukan pemetaan pada dalam lapangan yang tersebut digunakan hasilnya menunjukkan pelaksanaan ekspor serta impor sesuai dengan ketentuan kepabeanan.

“Tapi, kemudian Bea Cukai memberikan masukan mengenai risiko kegiatan pengelolaan emas di tempat tempat dalam negeri yang mana digunakan perlu didalami oleh Bareskrim. Sehingga Bea Cukai memberikan sharing masukan lalu koordinasi dengan Bareksrim lebih banyak banyak lanjut dikarenakan sudah memasuki ranah kepolisian, tetapi Bea Cukai selalu support,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (28/9).

“Review mengenai kondisi pengelolaan emas pada dalam dalam negeri yang diminta menteri koordinator (Menko Polhukam Mahfud MD) untuk diperdalam lagi oleh Bea Cukai sampai dengan waktu 1 bulan ke depan,” imbuh Askolani.

Askolani mengatakan nantinya update progres review yang tersebut akan disampaikan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kemenkeu ke Bareskrim Polri dalam beberapa waktu ke depan. Ia menyebut langkah ini akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan lalu kewenangan lembaga terkait.

Sebelumnya, Ketua Tim Pelaksana Satgas TPPU Sugeng Purnomo mengatakan pihaknya memberi tenggat waktu ke DJBC hingga awal November 2023. Jika tidak, penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH) lain.

“Seandainya itu tiada mampu diselesaikan, maka akan diambil langkah, beberapa alternatif. Salah satunya adalah menyerahkannya kepada aparat penegak hukum lain untuk dapat melihat lebih tinggi tinggi dalam terkait transaksi ini,” ujar Sugeng dalam Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (27/9).

Sugeng mengatakan salah satu alternatif kasus ini adalah menyerahkan penanganannya ke Polri. Menurutnya, polisi punya keleluasaan untuk memeriksa kemungkinan aktivitas pidana lain dalam kasus tersebut.

Menko Polhukam Mahfud MD juga merekomendasikan kasus impor emas senilai Rp189 triliun itu diusut oleh Bareskrim Polri.

“Saudara yang tersebut mana menjadi perhatian di dalam area dalam proses panjang itu dalam rakyat adalah hambatan surat nomor 205 yang digunakan menyangkut dugaan pencucian uang 189 T. Ini direkomendasikan untuk diusut melalui Bareskrim Mabes Polri,” kata Mahfud dalam konferensi persnya, Senin (11/9).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *